Kemlu Benarkan Keterlibatan Dua WNI dalam Skandal Pencurian KFX



Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (15/3), Iqbal membenarkan informasi penangkapan dua WNI atas dugaan pencurian teknologi pesawat tempur KFX di kantor pusat Korea Aerospace Industries (KAI).

“Benar bahwa saat ini ada dua WNI yang diverifikasi dalam kasus tersebut,” ungkapnya.



Dikatakan Jubir, hingga kini pihak KBRI Seoul terus memantau dan mendampingi kedua WNI sejak kasus mencuat Januari lalu.

Iqbal belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait kasus tersebut, karena belum ada hasil akhir yang diverifikasi.

“Karena itu terlalu jauh untuk menyebut ini kasus pencurian data,” kata dia.

Identitas kedua WNI juga masih Iqbal rahasiakan untuk menjaga privasi mereka.

“Untuk menghargai privasi, kami tidak bisa memberikan nama kedua WNI tersebut,” tambahnya.

Badan Program Akuisisi Pertahanan Korsel (DAPA) melaporkan, kedua WNI telah ditangkap sejak Januari 2024. Mereka diduga mencoba mengambil file terkait proyek KFX yang disimpan di drive USB.

Menindaklanjuti kasus pencurian tersebut, Kepolisian Korea Selatan menggeledah kantor pusat Korea Aerospace Industries (KAI) sejak Kamis (14/3).

Mengutip KBS, Indonesia dan Korea bekerjasama membangun pesawat tempur KF-21.

Dalam proyek tersebut, Indonesia sepakat membayar 20 persen dari biaya proyek sampai Juni 2026. Setelahnya akan diproduksi 48 jet tempur.

Meski demikian, otoritas Korsel menyebut Indonesia menunggak pembayaran, dengan alasan kekurangan biaya.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Prabowo Akui Miliki Banyak Kawan di PDIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *