Lewat KTT AIS, Indonesia Sukses Pimpin Forum Negara Pulau dan Kepulauan Dunia



Saat memimpin kegiatan tersebut, Presiden Joko Widodo menyoroti tentang situasi dunia yang tengah diancam iklim hingga pencemaran laut. Karena itu, dirinya mengajak semua pihak untuk meningkatkan kerja sama.

“Pelaksanaan KTT AIS ini merupakan salah satu komitmen Indonesia untuk bekerja sama di level lebih tinggi menjadi organisasi internasional dalam melakukan langkah-langkah konkret untuk penanganan isu kawasan dan isu dunia dan untuk terus menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dan negara-negara kepulauan,” tegas Presiden Jokowi.





Sebagai negara maritim, Indonesia akan terus mendukung keberadaan AIS Forum sebagai kerja sama inklusif, negara kepulauan dan negara pulau.

Berbagai kerja sama AIS diklaim telah memberi manfaat konkret kepada masyarakat pesisir melalui pemberian beasiswa pendanaan riset bersama, pengembangan AIS Blue, Startup Hap, pelatihan digitalisasi UMKM, pengembangan pendanaan inovatif.

Presiden Jokowi juga mengajak seluruh negara yang hadir untuk tetap menjaga kesatuan dan kolaborasi walaupun di tengah dunia yang terbelah.

“Jaga kesatuan dan kolaborasi walaupun di tengah dunia yang terbelah. Karena, kolaborasi adalah kunci kemajuan,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, AIS Forum menandatangani Climate Promise Project, yakni peta jalan (roadmap) dekarbonisasi untuk sektor pariwisata.

Aturan tersebut disusun pemerintah Indonesia dan United Nation Development Programme (UNDP).

“Cetak biru atau peta jalan roadmap itu telah disampaikan di Indonesia Policy Showcase pada event AIS Blue Economy Dialogue, Senin 9 Oktober 2023 dan telah ditandatangani pada 5th Ministerial Meeting AIS Forum pada Rabu ini,” ujarnya.

Ada tiga subsektor dalam roadmap dekarbonisasi. Pertama, adalah daya tarik pariwisata, terutama destinasi. Kedua, akomodasi pariwisata. Dan ketiga, tur dan perjalanan. Roadmap tersebut diharapkan dapat menekan emisi gas karbon.

Baca Juga  TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ganja 13 Kilogram di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

“Tentunya kita akan menindaklanjuti itu dengan mengukur baseline dan target emisi dari sektor pariwisata, sekaligus menyiapkan sistem pelaporan untuk mendampingi pariwisata dalam perjalanan nol emisi. Mudah-mudahan pada 2060 atau lebih awal,” tutupnya.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *