Waspada, Pegal Bisa Jadi Gejala Utama Skoliosis

Tak Berkategori

Senin, 21 Agustus 2023 – 18:50 WIB

JAKARTA – Skoliosis merupakan kondisi melengkungnya tulang belakang secara tidak normal ke arah samping. Kondisi yang kerap dialami oleh anak-anak usia pra pubertas ini banyak terjadi tanpa diketahui penyebabnya sama sekali (idiopatik). 

Baca Juga :

Tak Cuma Berdampak ke Paru-paru, Polusi Udara Bikin Tulang Belakang Wanita Mudah Keropos

Berbicara mengenai skoliosis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat terkait dengan gejala atau tanda dari penyakit ini. Sebab jika tidak dikenali sejak dini, skoliosis yang dibiarkan tanpa perawatan berisiko merusak postur tubuh, menyebabkan nyeri punggung berkepanjangan, mengganggu fungsi paru dan jantung, hingga merusak saraf tulang belakang. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Spesialis ortopedi konsultan tulang belakang RS Pondok Indah – Pondok Indah dr. Widyastuti Srie Utami, Sp. OT (K), mengungkap bahwa gejala utama dari skoliosis adalah pegal.

Baca Juga :

6 Penyebab Jerawat di Punggung dan Cara Mengatasinya

“Skoliosis timbulkan pegal saja, selain pegal jangan diagnosa sendiri. Banyak skoliosis datang telat ke dokter padahal ada kondisi lain,” kata dia kepada awak media saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin 21 Agustus 2023. 

Baca Juga :

Sering Duduk Terlalu Lama? Hati-hati, Ini Bahaya yang Mengintai Anda

Lebih lanjut diungkap Widyastuti, selain pegal, bagian punggung yang terlihat tidak simetris juga dikaitkan dengan gejala skoliosis. Sementara itu, gejala lain seperti nyeri yang menjalar, kebas, kesemutan, terasa seperti kesetrum dan lemah dari pinggang ke kaki ternyata bukan tanda skoliosis. 

“Pegal saja. Kebas, seperti kesemutan, nyeri yang menjalar bukan disebabkan skoliosis. Jika ada segala sesuatu yang tidak sewajarnya, ada baiknya dikonsultasikan ke dokter,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Namun, dr. Widyastuti mengingatkan, meskipun gejala skoliosis dapat terlihat, penting bagi pasien untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Hal ini untuk memastikan apa benar pasien tersebut mengalami skoliosis atau tidak. Dengan adanya pemeriksaan ini juga dapat membantu untuk mengetahui sudut lengkung tulang belakang sebagai acuan dalam menentukan tindakan penanganan selanjutnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *